![]() |
| Picture by: JoBlo.com |
Setelah
sempat mundur dari jadwal penayangan, akhirnya para penonton film di Indonesia
bisa menyaksikan film The Post pada 21 Februari 2018. Film yang disutradarai
oleh Steven Spielberg ini menceritakan bagaimana media cetak berperan penting
dalam pembongkaran skandal pemerintahan Amerika pada era 70an.
Diangkat
dari kisah nyata, film The Post sempat menjadi kandidat Film Terbaik Oscar pada
2018 ini. Tak hanya Film Terbaik, The Post juga mendapatkan nominasi Pemeran
Utama Wanita Terbaik yang diraih oleh pemain senior Meryl Streep.
Spielberg
mengakui bahwa pembuatan film The Post ini memakan waktu yang cukup singkat.
Produksi film dimulai pada 30 Mei 2017 dan selesai pada 27 Agustus 2017. Pada
22 Desember film The Post berhasil dirilis di bioskop Amerika Serikat.
The
Post bukanlah film yang memiliki alur cerita ringan. Film ini bisa dipastikan
tidak dapat disaksiskan sambil bersantai melakukan aktivitas lainnya. Dialog
demi dialog dalam cerita berperan cukup penting agar para penonton bisa
memahami bagaimana jalan cerita film The Post ini. Oleh karena itu, penonton
secara tidak langsung dipaksa untuk fokus menonton saja.
Film
ini dibuka dengan cerita dari medan perang pada tahun 1966. Saat itu Amerika
mengirimkan salah satu pengamat nya untuk terjun dalam perang tersebut dan
mengamati perkembangan yang terjadi pada perang Amerika dengan Vietnam. Peran
ini dimainkan oleh actor muda Matthe Rhys yang akrab disapa Dan dalam film The
Post.
Sepulang
dari medan perang, Dan menemukan beberapa hal yang ganjal dari perang melawan
Vietnam. Hasil pengamatan Dan dituliskan dalam beberapa dokumen dengan
keterangan “sangat rahasia”. Dokumen-dokumen inilah yang nanti nya akan
dibocorkan dan membuat heboh para masyarakat Amerika dan beberapa politikus.
Sementara
itu The Washington Post, salah satu Koran lokal yang dipimpin oleh Katherine
Graham (akrab dipanggil Kay) tengah berjuang untuk mempertahankan eksistensi
Koran nya di Washington. Kay yang merupakan sosok seorang wanita, sempat
diragukan kemampuan nya untuk memimpin The Washington Post. Awalnya perusahaan
Koran ini dijalankan oleh suami nya, namun karna Suami Kay meninggal akhirnya
Kay lah yang harus meneruskan bisnis tersebut.
Di
lain hal, The New York Times yang merupakan salah satu pesaing dari The
Washington Post menyebarkan berita yang menghebohkan seluruh masyarakat.
Pemberitaan yang berisi dokumen rahasia pemerintahan AS tersebut menunjukkan
bahwa sebenarnya AS sudah kalah perang dengan Vietnam, namun AS dengan sengaja
membiarkan perang terjadi berlarut-larut dan mengorbankan banyak nyawa tentara
muda.
![]() |
| Picture by: themorningbulletin.com |
Keberhasilan The New York Times menyebarkan dokumen rahasia
tersebut membuat pihak The Washington Post merasa terkalahkan. Salah satu
jurnalis The Washington Post akhirnya berusaha untuk mencari tahu document
rahasia lainnya yang selama ini dirahasiakan oleh pihak pemerintahan AS.
Akhirnya Ben Bagdikian berhasil menemui Dan untuk meminta dokument-dokument
tersebut. Namun kisah menyebarkan document rahasia ini tidaklah semudah
membalikkan telapak tangan. Kay selaku pemimpin The Washington Post merupakan
salah satu sosialita elit AS yang berteman dengan banyak petinggi pemerintahan,
termasuk Mc Namara yang merupakan salah satu sahabat dekat nya. Disatu sisi Kay
harus bisa mempertahankan eksistensi perusahaan nya, sementara di sisi lain,
persahabatan dan hubungan dengan para petinggi tersebut menjadi taruhannya.
Hal lain yang membuat Kay bimbang yakni dengan digugatnya The New
York Times karena telah melakukan
pembocoran document rahasia pemerintahan AS kepada publik. Penggugatan ini
membuat pihak The Washington Post merasa bimbang untuk menyebarkan document
tersebut. Menyebarkan document pemerintah dengan kemungkinan nasib mereka sama
seperti The New York Times atau tetap menyebarkan document tersebut untuk
menjaga idealisme jurnalistik yakni menyebarkan kebenaran kepada public.
Terdapat beberapa hal yang menarik dalam Film The Post ini. Salah
satu nya adalah scene akhir saat Mantan Presiden Nixon menelfon dari Oval
Office. Faktanya, semua suara telefon dalam film tersebut merupakan rekaman
asli suara Mantan Presiden Nixon yang dimiliki Gedung Putih.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar