Selasa, 17 April 2018

The Post: Pembongkaran Dokument AS

Picture by: JoBlo.com
Setelah sempat mundur dari jadwal penayangan, akhirnya para penonton film di Indonesia bisa menyaksikan film The Post pada 21 Februari 2018. Film yang disutradarai oleh Steven Spielberg ini menceritakan bagaimana media cetak berperan penting dalam pembongkaran skandal pemerintahan Amerika pada era 70an.

Diangkat dari kisah nyata, film The Post sempat menjadi kandidat Film Terbaik Oscar pada 2018 ini. Tak hanya Film Terbaik, The Post juga mendapatkan nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik yang diraih oleh pemain senior Meryl Streep.

Spielberg mengakui bahwa pembuatan film The Post ini memakan waktu yang cukup singkat. Produksi film dimulai pada 30 Mei 2017 dan selesai pada 27 Agustus 2017. Pada 22 Desember film The Post berhasil dirilis di bioskop Amerika Serikat.

The Post bukanlah film yang memiliki alur cerita ringan. Film ini bisa dipastikan tidak dapat disaksiskan sambil bersantai melakukan aktivitas lainnya. Dialog demi dialog dalam cerita berperan cukup penting agar para penonton bisa memahami bagaimana jalan cerita film The Post ini. Oleh karena itu, penonton secara tidak langsung dipaksa untuk fokus menonton saja.

Film ini dibuka dengan cerita dari medan perang pada tahun 1966. Saat itu Amerika mengirimkan salah satu pengamat nya untuk terjun dalam perang tersebut dan mengamati perkembangan yang terjadi pada perang Amerika dengan Vietnam. Peran ini dimainkan oleh actor muda Matthe Rhys yang akrab disapa Dan dalam film The Post.

Sepulang dari medan perang, Dan menemukan beberapa hal yang ganjal dari perang melawan Vietnam. Hasil pengamatan Dan dituliskan dalam beberapa dokumen dengan keterangan “sangat rahasia”. Dokumen-dokumen inilah yang nanti nya akan dibocorkan dan membuat heboh para masyarakat Amerika dan beberapa politikus.

Sementara itu The Washington Post, salah satu Koran lokal yang dipimpin oleh Katherine Graham (akrab dipanggil Kay) tengah berjuang untuk mempertahankan eksistensi Koran nya di Washington. Kay yang merupakan sosok seorang wanita, sempat diragukan kemampuan nya untuk memimpin The Washington Post. Awalnya perusahaan Koran ini dijalankan oleh suami nya, namun karna Suami Kay meninggal akhirnya Kay lah yang harus meneruskan bisnis tersebut.


Di lain hal, The New York Times yang merupakan salah satu pesaing dari The Washington Post menyebarkan berita yang menghebohkan seluruh masyarakat. Pemberitaan yang berisi dokumen rahasia pemerintahan AS tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya AS sudah kalah perang dengan Vietnam, namun AS dengan sengaja membiarkan perang terjadi berlarut-larut dan mengorbankan banyak nyawa tentara muda.



Picture by: themorningbulletin.com
Keberhasilan The New York Times menyebarkan dokumen rahasia tersebut membuat pihak The Washington Post merasa terkalahkan. Salah satu jurnalis The Washington Post akhirnya berusaha untuk mencari tahu document rahasia lainnya yang selama ini dirahasiakan oleh pihak pemerintahan AS. Akhirnya Ben Bagdikian berhasil menemui Dan untuk meminta dokument-dokument tersebut. Namun kisah menyebarkan document rahasia ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kay selaku pemimpin The Washington Post merupakan salah satu sosialita elit AS yang berteman dengan banyak petinggi pemerintahan, termasuk Mc Namara yang merupakan salah satu sahabat dekat nya. Disatu sisi Kay harus bisa mempertahankan eksistensi perusahaan nya, sementara di sisi lain, persahabatan dan hubungan dengan para petinggi tersebut  menjadi taruhannya.

Hal lain yang membuat Kay bimbang yakni dengan digugatnya The New York Times karena telah  melakukan pembocoran document rahasia pemerintahan AS kepada publik. Penggugatan ini membuat pihak The Washington Post merasa bimbang untuk menyebarkan document tersebut. Menyebarkan document pemerintah dengan kemungkinan nasib mereka sama seperti The New York Times atau tetap menyebarkan document tersebut untuk menjaga idealisme jurnalistik yakni menyebarkan kebenaran kepada public.

Terdapat beberapa hal yang menarik dalam Film The Post ini. Salah satu nya adalah scene akhir saat Mantan Presiden Nixon menelfon dari Oval Office. Faktanya, semua suara telefon dalam film tersebut merupakan rekaman asli suara Mantan Presiden Nixon yang dimiliki Gedung Putih. 



Cerita Menarik di Balik JCSHOOP

Testimoni lucu dari konsumen JCSHOOP Menjadi seorang pembisnis bukan selalu tentang uang, keuntungan, dan profit. Bagaimana cara...