Kepiawaian Pulau Berbentuk Ikan
Takjub! Demikianlah yang dapat
saya ucap setelah mendarat di Pulau sejuta keindahan ini, Ya Pulau Pari. Hamparan
pasir putih dan lautan biru seketika
memanjakan diri yang lelah akan perjalanan. Angin sepoi-sepoi dipinggiran
sedikit meredakan terik matahari yang menyoroti kala siang itu.
Pulau
yang masih memiliki ikatan kerabat dengan kepulauan seribu ini memiliki luas
sekitar 40 hektare. Konon tempat yang menjadi salah satu sorotan wisata di
Indonesia ini dinamai Pulau Pari karena bentuk wilayah pulau ini yang mirip
dengan ikan pari bila dilihat dari foto udara. Pulau yang masih asri dan belum
ramai akan pengunjung ini memiliki satu
pantai yang menjadi sorotan masyarakat sekitar, yakni Pantai Pasir Perawan.
Beruntung saya dan kawan-kawan
yang lain diberi kesempatan untuk bercakap-cakap langsung dengan tokoh penting
di Pulau tersebut, sebut saya Bapak Nurhayat selaku Ketua RW di Pulau Pari.
Berdasarkan penjelasan yang saya dapat, Pulau Pari ini dibagi menjadi 2
kabupaten yakni Kabupaten Pari dan Kabubaten Lancang, namun bila dilihat dari
kecantikan pulanya sendiri, Pulau Pari dapat dikatakan lebih unggul. Tak hanya Pantai
Pasir Perawan saja, Pantai Bintang dan Pantai Kresek juga termasuk pantai
wisata yang dapat kita nikmati keindahannya. Dalam satu minggu, Pulau nan elok
ini bisa didatangi hingga 2000 pengunjung yang berdatangan dari dalam maupun
luar negeri. Tak sedikit pula tawaran
keseruan yang diberikan oleh pulau mempesona ini seperti banana boat,
snorkeling, bersepeda, dan bbq. Kita juga diberi kesempatan untuk ikut
melestarikan tanaman Bakau guna mengurangi pengikisan bagian pesisir pantai.
Sekarang ini, penyewaan tempat singgah warga penduduk disana menjadi
salah satu mata pencaharian utama di Pulau Pari. Tak hanya itu, sebagian dari
penduduk wanita juga membuka usaha katering untuk para pengunjung. Saat ini
warga yang bekerja sebagai nelayan mulai beralih menjadi pedagang, ada pula
yang menjadi Tour Guide. Wacananya, akan
dibangun sebuah Resort di pulau ini guna mengembangkan wisata di Pulau Pari.
Nantinya resort ini akan memperkerjakan warga penduduk disana, sehingga resort
tersebut dapat menjadi mata pencaharian bagi warga sekitar juga.
Fasilitas masyarakat yang ada di Pulau nan kaya akan keindahannya ini
bisa dikatakan masih kurang memadai. Fasilitas pendidikan di Pulau Pari ini
hanya SD dan SMP, bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan mereka
harus keluar sejenak dari pulau untuk melanjutkan pendidikan ketingkat
selanjutnya. Fasilitas kesehatan yang ada disini pun cukup minim, hanya ada
puskesmas sederhana. Untuk masalah keamanan, terkadang Polri dari Tanjung Priuk
sering berkunjung ke Pulau ini untuk meninjau keadaan nya.
Beberapa cerita mistis pun kami dapatkan dari Tour Guide kami yang
memang warga asli disana, kami menyapanya Bang Bonte. Ia bercerita kejadian-kejadian
aneh yang pernah terjadi di Pulau ini. Walupun tak semua diceritakan, sedikit
banyak kami sudah mengetahui kisah yang ada di Pulau berpasir halus ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar